Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengurus Provinsi Sumatera Selatan resmi menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pada 15 Juni 2026. Forum tertinggi di tingkat provinsi ini berlangsung secara demokratis, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan — menghasilkan satu keputusan bulat: penetapan M. Taufik, S.Kom sebagai Ketua Umum FMI Pengprov Sumatera Selatan untuk masa bakti 2026–2030.
The Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) South Sumatra Provincial Board officially held an Extraordinary Provincial Meeting (Musprovlub) on June 15, 2026. This highest-level provincial forum proceeded democratically, openly, and in a spirit of solidarity — producing a unanimous decision: the appointment of M. Taufik, S.Kom as Chairman of the FMI South Sumatra Provincial Board for the 2026–2030 term.
Musprovlub merupakan mekanisme musyawarah yang digelar di luar jadwal reguler bilamana diperlukan langkah konsolidasi atau pembaruan kepemimpinan yang mendesak di tingkat provinsi. Terpilihnya M. Taufik, S.Kom melalui mufakat peserta mencerminkan kepercayaan kolektif anggota terhadap kapasitas dan komitmennya dalam memimpin organisasi mountaineering di Sumatera Selatan pada periode mendatang.
A Musprovlub is a deliberation mechanism held outside the regular schedule when urgent consolidation or leadership renewal is needed at the provincial level. The appointment of M. Taufik, S.Kom by consensus reflects the collective trust of members in his capacity and commitment to lead the mountaineering organization in South Sumatra in the coming period.
Terpilihnya ketua baru ini diharapkan membawa energi segar dalam pengembangan organisasi serta memperkuat peran FMI di tengah masyarakat. FMI Pengprov Sumatera Selatan menetapkan tiga prioritas utama dalam arah kebijakan ke depan: pengembangan kepemudaan untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan peduli lingkungan; penguatan sinergisitas dengan komunitas pecinta alam dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan; serta pelibatan akademisi dalam penyusunan program kerja agar setiap kegiatan memiliki dasar ilmiah, terukur, dan berdampak luas.
The new chairman's election is expected to bring fresh energy to organizational development and strengthen FMI's role in the community. FMI South Sumatra has set three main priorities for its future direction: youth development to cultivate a resilient, environmentally conscious younger generation; strengthening synergy with outdoor and nature communities to build solid and sustainable collaboration; and involving academics in program development so that every activity has a scientific basis, is measurable, and has broad impact.
"Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, FMI Pengprov Sumatera Selatan optimis dapat menjadi wadah yang inklusif, progresif, dan berdampak bagi pengembangan dunia kepencintaalaman di Sumatera Selatan."
"With a spirit of collaboration and professionalism, FMI South Sumatra is optimistic it can become an inclusive, progressive, and impactful forum for developing the outdoor and mountaineering world in South Sumatra."
— Siaran Pers FMI Pengprov Sumatera Selatan, 15 Juni 2026FMI South Sumatra Press Release, June 15, 2026
Federasi Mountaineering Indonesia adalah organisasi nasional yang berperan mengembangkan, mendukung, dan memajukan seluruh aspek kegiatan mountaineering di Indonesia — mencakup pendidikan, keselamatan, konservasi, dan penguatan jejaring komunitas. Kehadiran Pengprov di tingkat daerah, seperti di Sumatera Selatan, menjadi ujung tombak implementasi program-program FMI secara lokal, sekaligus menjembatani kebutuhan komunitas pencinta alam di masing-masing provinsi dengan kebijakan organisasi di tingkat nasional.
Federasi Mountaineering Indonesia is the national organization responsible for developing, supporting, and advancing all aspects of mountaineering activities in Indonesia — encompassing education, safety, conservation, and community network strengthening. The presence of provincial boards, such as in South Sumatra, serves as the frontline for implementing FMI programs locally, while bridging the needs of outdoor communities in each province with national organizational policy.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2030, FMI Pengprov Sumatera Selatan melangkah dengan landasan yang lebih kuat menuju organisasi yang adaptif, berbasis bukti, dan benar-benar hadir untuk komunitas mountaineering Sumatera Selatan.
With the formation of the new 2026–2030 leadership, FMI South Sumatra steps forward on a stronger foundation toward an organization that is adaptive, evidence-based, and genuinely present for the South Sumatra mountaineering community.