Dua tim pendaki dari Eropa dan Amerika Latin sedang bergerak menuju Masherbrum (7.821m), salah satu puncak paling estetik sekaligus paling sulit di Karakoram, Pakistan. Puncak yang berbentuk jarum tajam ini baru empat kali berhasil didaki sepanjang sejarah, dan musim panas 2026 mungkin akan mencatat babak baru yang menentukan.

Two teams from Europe and Latin America are heading toward Masherbrum (7,821m), one of the most aesthetic yet formidable peaks in the Karakoram range of Pakistan. The needle-sharp summit has been reached only four times in history, and summer 2026 may add a significant new chapter.

Tim pertama berasal dari Republik Ceko: Zdenek Hak, Radoslav Groh, dan Jaroslav Bansky — trio alpinis elite yang pernah meraih Piolet d'Or, penghargaan tertinggi di dunia pendakian. Mereka mendarat di Pakistan pada pertengahan Juni dan langsung memicu spekulasi: salah satu sponsor menyebutkan bahwa target mereka bisa jadi adalah Dinding Barat Masherbrum, sebuah jalur yang hingga kini belum pernah berhasil dilalui siapapun.

The first team is from the Czech Republic: Zdenek Hak, Radoslav Groh, and Jaroslav Bansky — an elite trio of alpinists who are Piolet d'Or recipients, the highest honor in mountaineering. They landed in Pakistan in mid-June and immediately sparked speculation: one of their sponsors mentioned that their objective could be the still-unclimbed West Face of Masherbrum.

Groh pernah mencoba Dinding Barat bersama Marek Holecek pada 2022, namun kali ini Holecek tidak ikut dalam tim. Hak sendiri tetap berhati-hati soal pengumuman resmi. "Dinding Barat adalah salah satu dari beberapa opsi yang kami pertimbangkan, tapi kami belum mengambil keputusan final," ujarnya kepada ExplorersWeb sesaat setelah mendarat di Pakistan. Rencana awal tim adalah melakukan aklimatisasi di Biarchedi (6.581m), puncak tetangga yang pertama kali didaki oleh legenda pendakian Polandia, Jerzy Kukuczka, secara solo pada 1984.

Groh had previously attempted the West Face with Marek Holecek in 2022, though Holecek is not on the current team. Hak remained cautious about official announcements. "The West Face is one of the options we are considering, but we're far from a final decision," he told ExplorersWeb shortly after landing in Pakistan. The team's initial plan is to acclimatize on Biarchedi (6,581m), a neighboring peak first climbed solo by Polish climbing legend Jerzy Kukuczka in 1984.

"Dinding Barat adalah salah satu dari beberapa opsi yang kami pertimbangkan, tapi kami belum mengambil keputusan final."

"The West Face is one of the options we are considering, but we're far from having reached a final decision."

— Zdenek Hak, Alpinis Ceko, Penerima Piolet d'OrCzech Alpinist, Piolet d'Or Recipient

Rekam jejak tim Ceko ini memang luar biasa. Pada 2024, Hak, Groh, dan Bansky berhasil melakukan pendakian pertama Muchu Chhish (7.452m) di rangkaian Batura — puncak tertinggi yang belum pernah didaki di antara gunung-gunung yang terbuka untuk umum. Setahun sebelumnya, Hak dan Groh membuka jalur baru sepanjang 2.300 meter di sisi barat daya Hunza Peak (6.300m). Keduanya dikenal konsisten membuka rute gaya alpine — cepat, tanpa fixed rope, tanpa kamp tinggi permanen — di wajah-wajah Himalaya dan Karakoram yang paling menantang.

The Czech team's track record is remarkable. In 2024, Hak, Groh, and Bansky achieved the first ascent of Muchu Chhish (7,452m) in the Batura range — the highest unclimbed peak open to climbers at the time. A year earlier, Hak and Groh opened a new 2,300m line on the southwest face of Hunza Peak (6,300m). The pair are known for consistently establishing alpine-style routes — fast, without fixed ropes or permanent high camps — on the most demanding faces in the Himalaya and Karakoram.

Tim kedua datang dari Kolombia: Anibal Pineda (64 tahun), Julio Cardona, dan Fernando Acosta. Tidak seperti tim Ceko yang cenderung ke gaya alpine minimalis, tim Kolombia berencana mendaki dengan gaya ekspedisi tradisional: memasang fixed rope, rotasi naik-turun untuk aklimatisasi, dan mendirikan empat kamp ketinggian. Jalur yang paling mungkin mereka tempuh adalah sisi tenggara — rute yang digunakan oleh pendaki pertama Masherbrum, George Irving Bell dan Willi Unsoeld, saat mencapai puncak pada 1960, diikuti Nick Clinch dan pendaki Pakistan Jawed Akhter dua hari kemudian.

The second team comes from Colombia: Anibal Pineda (64), Julio Cardona, and Fernando Acosta. Unlike the Czech alpine-style approach, the Colombian team plans to climb in traditional expedition style: fixing ropes, rotating up and down for acclimatization, and establishing four high camps. Their most likely route is the southeast face — the line taken by Masherbrum's first summiters, George Irving Bell and Willi Unsoeld, in 1960, followed by Nick Clinch and Pakistani climber Jawed Akhter two days later.

Masherbrum sendiri memiliki sejarah nama yang menarik. Kartografer awal Inggris sempat menjulukinya K1, karena menyangka puncak ini adalah yang tertinggi di Karakoram. Belakangan terbukti K2 (8.611m) yang memegang gelar itu. Dengan ketinggian "hanya" 7.821m, Masherbrum luput dari perhatian para kolektor puncak 8.000 meter, sementara kesulitan teknisnya yang ekstrem di semua sisi menghalangi hampir semua pendaki lain. Inilah yang membuat catatan empat pendakian berhasil dalam lebih dari enam dekade menjadi sangat langka dibandingkan puncak-puncak terkenal di kawasan yang sama.

Masherbrum itself carries an interesting naming history. Early British cartographers labeled it K1, believing it to be the highest peak in the Karakoram — before K2 (8,611m) proved otherwise. At "just" 7,821m, Masherbrum falls below the threshold that attracts 8,000m peak collectors, while its extreme technical difficulty on all sides discourages almost everyone else. This is what makes the record of four successful ascents over more than six decades exceptionally sparse compared to better-known peaks in the same region.

Musim pendakian Pakistan 2026 secara keseluruhan tercatat lebih sepi dibandingkan Nepal musim semi lalu yang memecahkan rekor pendakian Everest. Beberapa faktor berkontribusi: ketegangan geopolitik di perbatasan Afghanistan-Pakistan yang membuat beberapa operator besar absen, serta kekhawatiran soal suhu tinggi dan es tidak stabil yang telah mempersulit kondisi rute di beberapa musim terakhir. Namun bagi tim-tim bergaya alpine yang mencari tantangan teknis murni tanpa keramaian, Karakoram musim panas ini justru menawarkan ruang yang ideal — dan Masherbrum adalah simbol sempurna dari tantangan tersebut.

Pakistan's 2026 climbing season is overall quieter than Nepal's record-breaking spring on Everest. Several factors contribute: geopolitical tensions near the Afghanistan-Pakistan border have prompted some major operators to skip Pakistan entirely, while concerns about high temperatures and unstable ice have complicated route conditions in recent seasons. Yet for alpine-style teams seeking pure technical challenge away from crowds, the Karakoram this summer offers an ideal setting — and Masherbrum stands as the perfect symbol of that challenge.