Jalur pendakian Gunung Slamet di Jawa Tengah resmi dibuka kembali pada Rabu, 10 Juni 2026, setelah ditutup selama dua bulan akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Keputusan pembukaan kembali ini diambil bersama oleh pengelola jalur lingkar Gunung Slamet, Pos Pengamatan Gunung Api, dan Perhutani, berdasarkan laporan khusus Badan Geologi serta hasil pemantauan visual terbaru terhadap kondisi kawah.
The climbing trails of Mount Slamet in Central Java officially reopened on Wednesday, June 10, 2026, after a two-month closure triggered by increased volcanic activity. The decision to reopen was made jointly by the Slamet ring-trail management, the Volcano Observation Post, and Perhutani, based on a special report from the Geological Agency and the latest visual monitoring of the crater.
Penutupan sebelumnya dipicu oleh naiknya suhu kawah dan lonjakan aktivitas vulkanik pada awal April 2026, yang memaksa seluruh jalur pendakian ditutup demi keselamatan publik. Setelah dua bulan pemantauan intensif, radius aman di sekitar kawah diturunkan dari 3 kilometer menjadi 2 kilometer — meski status gunung tetap bertahan di Level II (Waspada).
The earlier closure was triggered by rising crater temperatures and a spike in volcanic activity in early April 2026, which forced the closure of all climbing trails for public safety. After two months of intensive monitoring, the safe radius around the crater was reduced from 3 kilometers to 2 kilometers — even though the volcano's status remains at Level II (Alert).
"Pendakian dibuka lagi per tanggal 10 Juni setelah radius aman diturunkan dari 3 kilometer menjadi 2 kilometer. Meski statusnya masih Level II (Waspada), kondisinya relatif stabil dan bisa dikatakan normal."
"Climbing reopened on June 10 after the safety radius was reduced from 3 kilometers to 2 kilometers. Even though the status remains Level II (Alert), conditions are relatively stable and can be considered normal."
— Sugeng Utomo, Supervisor Site Gunung Slamet, Perhutani Alam Wisata Wilayah BaratSite Supervisor for Mount Slamet, Perhutani Alam Wisata West Region
Untuk menjaga keselamatan, pengelola menerapkan sejumlah aturan ketat bagi pendaki. Jalur Pos Bambangan di Kabupaten Purbalingga membatasi jumlah pendaki harian antara 700 hingga 900 orang, dengan sistem kuota yang mengacu pada akumulasi pendaki yang naik dan turun setiap hari. Pendaki dilarang keras memasuki radius aman 2 kilometer dari kawah, dengan batas akhir pendakian yang diizinkan hanya sampai Pos 9 atau Pelawangan — titik batas vegetasi terakhir sebelum kawasan terbuka menjelang puncak.
To maintain safety, the management has imposed a series of strict rules for climbers. The Bambangan Post trail in Purbalingga Regency caps the number of daily climbers at between 700 and 900, with a quota system based on the cumulative count of climbers going up and down each day. Climbers are strictly prohibited from entering the 2-kilometer safe radius around the crater, with the permitted endpoint limited to Pos 9 or Pelawangan — the last vegetation boundary before the open terrain near the summit.
Pengelola juga mewajibkan sesi pengarahan keselamatan (safety briefing) bagi setiap pendaki sebelum naik, memasang rambu batas aman dan penanda jalur evakuasi di sepanjang rute, serta memperketat pengawasan di lapangan. Langkah-langkah ini menambah daftar panjang penguatan SOP pendakian gunung berapi aktif di Indonesia, yang tahun ini juga diterapkan di sejumlah taman nasional lain menyusul evaluasi pascainsiden keselamatan.
Management has also made a safety briefing mandatory for every climber before ascent, installed safety perimeter markers and evacuation route signs along the trail, and tightened on-site supervision. These measures add to a growing list of strengthened standard operating procedures for active volcanic mountains in Indonesia, several of which have been adopted at other national parks this year following safety-related incident reviews.
FMI mengingatkan pendaki yang berencana naik ke Gunung Slamet untuk selalu memeriksa status terkini gunung api melalui kanal resmi PVMBG dan mematuhi seluruh ketentuan kuota serta batas aman yang berlaku. Status Waspada yang masih disandang Gunung Slamet berarti kewaspadaan tetap diperlukan, meski jalur sudah kembali dibuka untuk umum.
FMI reminds climbers planning to ascend Mount Slamet to always check the volcano's latest status through official PVMBG channels and to comply fully with the quota and safety perimeter rules in place. The Alert status still held by Mount Slamet means caution remains essential, even though the trail has reopened to the public.