Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Maluku memilih Nasir Rumra sebagai Ketua Umum periode 2026–2030. Nasir terpilih secara aklamasi dalam sidang Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung di kawasan Poka, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Ahad, 21 Juni 2026.

The Maluku branch of the Indonesian Mountaineering Federation (FMI) has elected Nasir Rumra as its Chair for the 2026–2030 period. Nasir was elected by acclamation at the Provincial Assembly (Musprov) held in Poka, Baguala District, Ambon City, on Sunday, June 21, 2026.

Musprov dihadiri pengurus organisasi serta sejumlah komunitas dan organisasi pecinta alam di Maluku. Keputusan diambil setelah proses musyawarah yang melibatkan kandidat yang diusulkan peserta forum. Ketua sidang, Dadang S. Udjur, menetapkan hasil musyawarah dengan mengetuk palu sidang, disusul penyerahan dokumen administrasi kepada Nasir sebagai simbol pergantian kepemimpinan.

The assembly was attended by organizational executives and a number of nature and mountaineering communities across Maluku. The decision was reached through a deliberation process involving candidates proposed by forum participants. Assembly chair Dadang S. Udjur formally ratified the result by striking the gavel, followed by the handover of administrative documents to Nasir as a symbolic transfer of leadership.

Nasir menggantikan Handoko, yang sebelumnya memimpin FMI Maluku sejak organisasi tersebut dibentuk di daerah itu. Ia menempatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor sebagai prioritas utama masa kepemimpinannya.

Nasir succeeds Handoko, who had led FMI Maluku since the organization was established in the region. He has identified strengthening human resource capacity and cross-sector collaboration as the primary priorities of his leadership.

"Momen ini tepat untuk memperkuat struktur organisasi dan merumuskan visi bersama demi kemajuan dunia pendakian di Maluku."

"This is the right moment to strengthen the organizational structure and formulate a shared vision for the advancement of mountaineering in Maluku."

— Nasir Rumra, Ketua Umum FMI Maluku 2026–2030Chair of FMI Maluku 2026–2030

Dalam sambutannya, Nasir menegaskan bahwa Musprov bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat kelembagaan dan menyiapkan arah pengembangan olahraga mountaineering di Maluku. Sejumlah agenda prioritas ia sebutkan: penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas anggota, serta pengembangan olahraga mountaineering yang berbasis kemandirian dan kolaborasi.

In his acceptance remarks, Nasir emphasized that the Musprov was not merely an organizational formality, but a momentum to strengthen institutional foundations and set the direction for mountaineering development in Maluku. He outlined several priority agendas: strengthening the organizational structure, improving member capacity, and developing mountaineering activities grounded in self-reliance and collaboration.

FMI Maluku juga akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendidikan mountaineering yang inklusif, dan sertifikasi kompetensi. Nasir menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor — melibatkan pemerintah, komunitas pecinta alam, dunia usaha, dan mitra strategis — sebagai syarat pengembangan kegiatan mountaineering yang berkelanjutan.

FMI Maluku will also push for improvements in human resource quality through training, inclusive mountaineering education, and competency certification. Nasir stressed the importance of cross-sector collaboration — involving government, nature communities, business, and strategic partners — as a prerequisite for sustainable mountaineering development.

"Kami mengusung semangat kolaborasi dan keberlanjutan agar organisasi mampu menjawab dinamika pendakian yang terus berkembang di Maluku."

"We carry the spirit of collaboration and sustainability so that the organization can respond to the ever-evolving dynamics of mountaineering in Maluku."

— Nasir Rumra, Ketua Umum FMI Maluku 2026–2030Chair of FMI Maluku 2026–2030

Ketua Umum FMI Maluku periode sebelumnya, Handoko, menyambut baik proses regenerasi kepemimpinan tersebut. Ia menilai pergantian kepemimpinan penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus mendorong munculnya gagasan dan inovasi baru.

Outgoing FMI Maluku Chair Handoko welcomed the leadership transition. He considered the change important for maintaining organizational continuity while encouraging the emergence of new ideas and innovation.

"Regenerasi kepemimpinan merupakan proses berkelanjutan untuk menyiapkan dan mengalihkan estafet organisasi kepada generasi penerus."

"Leadership regeneration is a continuous process for preparing and handing over the organizational baton to the next generation."

— Handoko, Ketua Umum FMI Maluku 2022–2026Chair of FMI Maluku 2022–2026