Haldan Borglum, pendaki muda Kanada berusia 26 tahun yang juga mantan atlet biathlon peringkat dunia, telah mencatat namanya dalam sejarah mountaineering dengan menyelesaikan seluruh 58 puncak di atas 11.000 kaki (sekitar 3.353 meter) di Pegunungan Rocky Kanada dalam waktu tercepat yang pernah ada: hanya 2 tahun dan 6 hari. Rekor sebelumnya dipegang oleh pendaki yang membutuhkan 5,5 tahun untuk menyelesaikan daftar yang sama. Borglum juga menjadi orang termuda yang pernah menuntaskan seluruh daftar tersebut—hanya orang ke-24 yang berhasil melakukannya sepanjang sejarah.

Haldan Borglum, a 26-year-old Canadian climber and former world-ranking biathlete, has etched his name into mountaineering history by completing all 58 peaks over 11,000 feet (approximately 3,353 meters) in the Canadian Rockies in the fastest known time: just 2 years and 6 days. The previous record stood at 5.5 years. Borglum also became the youngest person ever to complete the full list—only the 24th climber in history to have done so.

Daftar 58 puncak ini pertama kali dikompilasi oleh pendaki Kanada Bill Corbett dalam sebuah buku yang terbit pada 2004. Edisi ketiga yang direvisi memuat 58 puncak yang mencakup beberapa gunung paling ikonik di Kanada: Mount Robson, Mount Assiniboine, Mount Columbia, dan Mount Alberta. Borglum memulai puncak pertamanya dalam daftar ini pada Juni 2024, lalu menyelesaikan proyeknya dengan ekspedisi lima hari menuju Mount Clemenceau dan Tusk Peak—dua puncak paling terpencil dalam daftar. Ketika rekan pendakiannya mundur sehari setelah ekspedisi dimulai, Borglum melanjutkan perjalanan sendiri, menembus wilayah terpencil Clemenceau Icefield untuk menyentuh dua puncak terakhir secara solo.

The list of 58 peaks was first compiled by Canadian climber Bill Corbett in a 2004 book, with the revised third edition expanding it to 58 summits. These include some of Canada's most iconic mountains: Mount Robson, Mount Assiniboine, Mount Columbia, and Mount Alberta. Borglum began his first peak on the list in June 2024, completing the project with a five-day expedition to Mount Clemenceau and Tusk Peak—two of the most remote entries on the list. When his climbing partners withdrew after day one, Borglum pressed on alone, crossing the remote Clemenceau Icefield to claim his final two summits solo.

Sebelum beralih ke mountaineering, Borglum adalah atlet biathlon profesional yang pernah mewakili Kanada di Piala Dunia dan Kejuaraan Dunia. Ia pertama kali mendaki Mount Temple—salah satu puncak dalam daftar 11.000 kaki—pada 2020 dan langsung merasa "ketagihan." Ia mengakui bahwa beberapa puncak dalam daftar sempat terasa mustahil. "Aku ingat berpikir bahwa aku tidak akan pernah punya kemampuan teknis atau keberanian untuk mendaki beberapa gunung paling buas itu," tulis Borglum di situsnya. Namun kemampuan alpinismenya berkembang pesat, dan pada musim semi 2024, ia mulai menandai puncak demi puncak secara sistematis hingga proyek ini menjadi obsesi totalnya di luar karier biathlon.

Before turning to mountaineering, Borglum was a professional biathlete who represented Canada at the World Cup and World Championships. He first summited Mount Temple—one of the 11,000ft peaks—in 2020 and immediately felt "hooked." He admits some peaks on the list once seemed impossible. "I remember thinking I would never have the skill set or the gonads to tackle some of the more savage mountains," Borglum wrote on his website. Yet his alpine skills developed rapidly, and by spring 2024, he began methodically checking off peaks until the project became a total obsession alongside his biathlon career.

Pencapaian Borglum bukan sekadar rekor kecepatan—ia adalah cerminan bagaimana disiplin olahraga kompetitif dapat bertransformasi menjadi ambisi mountaineering yang konsisten dan terencana. Beberapa pendakiannya digabung dalam "multi-summit push" yang efisien, termasuk sebuah linkup multi-hari Mount Robson, The Helmet, dan Resplendent Mountain yang jarang dilakukan. Borglum menyebut proyek ini sebagai bagian dari "tujuan jangka panjang untuk mengejar objektif alpine besar di seluruh dunia dalam tahun-tahun mendatang." Komunitas mountaineering internasional kini menantikan langkah berikutnya dari alpinis muda berbakat asal Bow Valley, Kanada ini.

Borglum's achievement is more than a speed record—it reflects how the discipline of competitive sport can translate into consistent, methodical alpine ambition. Several of his climbs were linked in efficient multi-summit pushes, including a seldom-done multi-day linkup of Mount Robson, The Helmet, and Resplendent Mountain. He describes the project as part of a "broader long-term goal of pursuing major alpine objectives around the world in the coming years." The international mountaineering community will be watching closely to see what this talented young alpinist from Bow Valley, Canada, targets next.