Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) akan melaksanakan rangkaian kegiatan Dies Natalis FMI ke-21 pada 30 Agustus 2026. Momentum peringatan tersebut menjadi bagian penting bagi keluarga besar FMI untuk memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan, keselamatan pendakian, serta pengembangan dunia mountaineering di Indonesia.
The Indonesian Mountaineering Federation (FMI) will hold a series of events for its 21st Dies Natalis on 30 August 2026. The anniversary serves as an important moment for the FMI community to strengthen its commitment to environmental conservation, climbing safety, and the development of mountaineering in Indonesia.
Salah satu agenda utama Dies Natalis FMI ke-21 adalah penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia yang melibatkan jajaran dan komunitas FMI di berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian FMI terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem kawasan pegunungan.
One of the main agendas is simultaneous tree planting across Indonesia involving FMI chapters and communities in various regions. The activity reflects FMI's concrete concern for the environment and mountain ecosystems.
Puncak acara akan dipusatkan di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, dengan mengundang para pegiat mountaineering, komunitas pencinta alam, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Ketua Panitia Dies Natalis FMI ke-21, Sumardi, menyebut kegiatan tahun ini mendapat dukungan Eiger Adventure sebagai Official Outdoor Gear Partner.
The main event will be centred at Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, South Jakarta, inviting mountaineering activists, nature-lover communities, and representatives of relevant ministries and institutions. Chairman of the 21st Dies Natalis committee, Sumardi, said this year's event is supported by Eiger Adventure as the Official Outdoor Gear Partner.
“Dies Natalis FMI ke-21 bukan hanya menjadi perayaan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi antara FMI, pegiat mountaineering, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian alam serta meningkatkan keselamatan kegiatan pendakian,” ujar Sumardi.
“The 21st Dies Natalis is not only an organisational celebration, but also a moment to strengthen collaboration between FMI, mountaineering activists, government, business, and all stakeholders in preserving nature and improving the safety of climbing activities,” Sumardi said.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, FMI akan menyampaikan Deklarasi Gunung Bersih dan Keselamatan Pendakian dengan tagline “Zero Waste, Zero Accident.” Deklarasi ini menjadi penegasan komitmen FMI untuk mendorong budaya pendakian yang bertanggung jawab, menjaga kebersihan gunung, mengurangi sampah, serta meningkatkan standar keselamatan bagi para pendaki.
As part of the events, FMI will deliver the Clean Mountains and Climbing Safety Declaration under the tagline “Zero Waste, Zero Accident.” The declaration affirms FMI's commitment to fostering responsible climbing culture, keeping mountains clean, reducing waste, and raising safety standards for climbers.
Sumardi menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi perhatian penting karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire (Cincin Api), sehingga aktivitas di kawasan pegunungan memiliki berbagai potensi risiko dan bencana yang harus diantisipasi melalui edukasi, mitigasi, kesiapan personel, serta kolaborasi lintas sektor. “Kita harus membangun kesadaran bahwa keselamatan pendakian adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Sumardi stressed that preparedness is a key concern because Indonesia sits in the Ring of Fire, so activities in mountain areas carry various potential risks and disasters that must be anticipated through education, mitigation, personnel readiness, and cross-sector collaboration. “We must build awareness that climbing safety is a shared responsibility,” he said.
Dies Natalis FMI ke-21 menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ruang refleksi bagi organisasi untuk melihat perjalanan FMI selama 21 tahun serta memperkuat langkah ke depan. FMI berharap semangat Zero Waste, Zero Accident dapat menjadi gerakan bersama yang terus digaungkan oleh seluruh pegiat mountaineering Indonesia, sehingga aktivitas di alam bebas berjalan aman, bertanggung jawab, dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
The 21st Dies Natalis serves as a form of gratitude and a space for reflection for the organisation to look back on FMI's 21-year journey and strengthen its way forward. FMI hopes the Zero Waste, Zero Accident spirit becomes a shared movement continuously echoed by all Indonesian mountaineering activists, so outdoor activities remain safe, responsible, and preserve the environment for future generations.