Nama UIAA sering muncul di tempat yang tidak diduga. Ada di label kecil pada tali, carabiner, atau helm. Bagi banyak pendaki, label itulah pertemuan pertama dengan induk federasi pendakian gunung dunia.
The name UIAA often turns up where you least expect it. It sits on a small label on a rope, a carabiner, or a helmet. For many climbers, that label is the first encounter with the world's mountaineering federation.
UIAA adalah singkatan dari International Climbing and Mountaineering Federation. Nama aslinya dalam bahasa Prancis: Union Internationale des Associations d'Alpinisme. Organisasi ini berdiri Agustus 1932 di Chamonix, Prancis. Saat itu 20 asosiasi pendakian berkumpul dan sepakat membentuk satu federasi internasional. Presiden pertamanya Count Charles Egmond d'Arcis dari Swiss. Kantornya sekarang di Bern, Swiss.
UIAA stands for International Climbing and Mountaineering Federation. Its original French name is Union Internationale des Associations d'Alpinisme. The organisation was founded in August 1932 in Chamonix, France. Twenty mountaineering associations met there and agreed to form a single international federation. Its first president was Count Charles Egmond d'Arcis of Switzerland. Its office is now in Bern, Switzerland.
Skalanya besar. Menurut data resmi UIAA, per Sidang Umum 2025 ada 99 asosiasi anggota di 77 negara, tersebar di enam benua. Jumlah pendaki yang diwakili 3,45 juta orang. Kerjanya dibantu lebih dari 250 relawan. Sejak 1995 UIAA diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai federasi internasional untuk pendakian gunung dan panjat.
The scale is large. According to UIAA's own figures, as of its 2025 General Assembly it has 99 member associations in 77 countries across six continents. Together they represent 3.45 million climbers and mountaineers. More than 250 volunteers support the work. Since 1995 the UIAA has been recognised by the International Olympic Committee (IOC) as the international federation for mountaineering and climbing.
Cara paling gampang mengenal UIAA lewat label keselamatan. Label itu dibuat tahun 1960 dan disetujui secara internasional pada 1965. Sampai sekarang UIAA memberi lebih dari 2.500 label kepada 130 lebih produsen alat panjat dan pendakian. Artinya, saat membeli tali atau carabiner, ada pihak independen yang sudah menguji alat itu.
The easiest way to recognise the UIAA is through its safety label. The label was created in 1960 and approved internationally in 1965. To date the UIAA has issued more than 2,500 labels to more than 130 manufacturers of climbing and mountaineering equipment. In practice, when you buy a rope or a carabiner, an independent body has already tested it.
Isi pekerjaannya dijalankan delapan komisi: Anti-Doping, Legal Affairs, Medical, Mountaineering, Mountain Protection, Safety, Training, dan Youth. Panjat es ditangani World Ice Climbing. Dari komisi inilah lahir panduan medis gunung, nasihat keselamatan, dan pedoman pelatihan yang dipakai federasi anggota.
The work itself runs through eight commissions: Anti-Doping, Legal Affairs, Medical, Mountaineering, Mountain Protection, Safety, Training, and Youth. Ice climbing is handled by World Ice Climbing. Mountain medicine guidance, safety advice, and training standards used by member federations come out of these commissions.
UIAA juga menerbitkan deklarasi. Tahun 1982, saat genap 50 tahun, UIAA mengeluarkan Deklarasi Kathmandu, seruan melindungi gunung dari kerusakan. Tahun 2002 ada Deklarasi Tyrol. Versi terbaru terbit 2024: UIAA Declaration on Hiking, Climbing and Mountaineering. Isinya soal etika, akses, dan keberlanjutan.
The UIAA also issues declarations. In 1982, on its 50th anniversary, it released the Kathmandu Declaration, a call to protect mountains from degradation. The Tyrol Declaration followed in 2002. The latest version appeared in 2024: the UIAA Declaration on Hiking, Climbing and Mountaineering. It covers ethics, access, and sustainability.
Di Indonesia, anggota UIAA adalah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), berstatus Active Member. FMI sendiri hadir di Sidang Umum UIAA 2026 di Kathmandu, Nepal, 30 sampai 31 Oktober 2026. Kehadiran itu membawa pengalaman Indonesia: gunung api di Ring of Fire, hutan tropis, dan jalur pendakian di lebih dari 17 ribu pulau.
In Indonesia, the UIAA member is the Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), holding Active Member status. FMI itself is in Kathmandu, Nepal, for the 2026 UIAA General Assembly on 30 and 31 October 2026. It brings Indonesia's experience: volcanoes along the Ring of Fire, tropical forests, and trails across more than 17 thousand islands.
Sidang Umum adalah forum tertinggi UIAA. Di situ keputusan utama organisasi diambil, dari anggaran sampai arah program. Bagi pendaki Indonesia, mengenal UIAA praktis berarti tiga hal: standar alat yang dipakai, panduan medis dan keselamatan di ketinggian, serta aturan akses ke kawasan gunung yang terus berubah.
The General Assembly is the UIAA's highest forum. Its main decisions are taken there, from the budget to the direction of programmes. For Indonesian climbers, knowing the UIAA comes down to three practical things: the equipment standards in use, mountain medicine and safety guidance at altitude, and access rules for mountain areas that keep changing.
Mengenal UIAA dalam Tujuh Slide
Getting to Know the UIAA in Seven Slides
Versi ringkas untuk dibagikan di Instagram, dari materi yang sama dengan artikel ini.
A short version to share on Instagram, built from the same material as this article.