Bertempat di Rumah Singgah 28, Komplek TNI AL, Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu 23 Mei 2026, Pengurus Provinsi FMI DKI Jakarta menggelar rapat kerja provinsi untuk membentuk pengurus baru dan menyusun program kerja periode 2026 hingga 2030.

At Rumah Singgah 28, Kodamar TNI AL Complex, Kelapa Gading, North Jakarta, on Saturday May 23, 2026, the FMI DKI Jakarta Provincial Board held a provincial work meeting to form new leadership and draft its program for the 2026–2030 period.

Kegiatan diawali dengan sesi diskusi tentang dunia pendakian dan organisasi yang ada di dalamnya. Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Vita Cicilia Liandra selaku penggiat alam bebas wanita, Adjie Rimbawan selaku Ketua Forum Alumni Sispala, serta Restu AS dan tokoh-tokoh lainnya. Sesi ini menjadi pembekalan bagi pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

The event opened with a discussion on the mountaineering world and its organizations. Several prominent figures served as speakers, including Vita Cicilia Liandra as a female outdoor activist, Adjie Rimbawan as Chair of the Sispala Alumni Forum, and Restu AS among others. The session served as an orientation for the new leadership.

"Komitmen FMI DKI Jakarta adalah untuk mengambil peran dalam mewarnai kegiatan pendakian dan kegiatan alam bebas lainnya dengan prinsip Zero Waste dan Zero Accident, untuk berbagai kalangan, termasuk Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum."

"FMI DKI Jakarta's commitment is to take an active role in shaping mountaineering and outdoor activities with the principles of Zero Waste and Zero Accident, for all groups — including students, university youth, and the general public."

— Sigit Prabowo, Ketua FMI DKI JakartaChair of FMI DKI Jakarta

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, FMI DKI Jakarta berharap perannya dalam ekosistem mountaineering Jakarta dan nasional akan semakin menguat — dirasakan nyata oleh masyarakat yang berkegiatan di alam terbuka, dari pendaki pemula hingga penggiat berpengalaman.

With the new leadership in place, FMI DKI Jakarta hopes its role in both the Jakarta and national mountaineering ecosystem will grow stronger — felt tangibly by outdoor communities, from beginner climbers to experienced practitioners.